ASUS Rilis Zenfone Laser 6 Inchi Harga 3 Jutaan

Zenfone Laser 6.0
Setelah merilis Zenfone Laser 5 dan 5,5 inchi, ASUS Indonesia kemarin merilis seri terakhir dari Zenfone Laser tersebut, yaitu Zenfone Laser 6.0 atau 6 inchi. Bisa dikatakan jarak waktu antara Zenfone Laser 5 dan 5,5 inchi dengan Zenfone Laser 6.0 cukup jauh, namun tentu ASUS punya alasan cukup kuat dengan merilis Zenfone Laser 6.0 di tahun 2016 ini.

Sebagaimana diketahui seri Zenfone terbaru untuk pasar Indonesia semuanya dirilis di acara Zenfestival pada bulan November tahun lalu. Namun saat itu, tidak semua seri yang dirilis langsung ada di pasar. Dua seri yang datang belakangan di pasar Indonesia adalah Zenfone Max dan Zenfone Laser 6.0.

Juliana Cen, Country Product Group Leader, ASUS Indonesia mengatakan penggemar smartphone berlayar lebar kini punya pilihan baru dalam bentuk Zenfone 2 Laser 6 inchi, yang merupakan varian Zenfone 2 Laser dengan ukuran layar paling besar. Ia menambahkan Zenfone Laser 6.0 tak hanya lega, tetapi juga menawarkan fitur multimedia yang sangat lengkap untuk memuaskan penggunanya.

Harus diakui, pengguna smartphone Indonesia memiliki preferensi yang sangat beragam terhadap smartphone. Salah satu preferensi tersebut adalah menyukai smartphone dengan layar lebar yang menawarkan display berkualitas dan kemampuan multimedia yang mumpuni. Pengguna seperti ini tentunya membutuhkan smartphone dengan layar berukuran lebih lega dibandingkan dengan smartphone pada umumnya. Melihat kebutuhan tersebut, ASUS menawarkan Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL.  

Secara spesifikasi, Zenfone Laser 6.0 ini  diperkuat oleh prosesor octa core 64-bit Qualcomm Snapdragon 616. Prosesor ini sanggup untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan aktivitas sehari-hari penggunanya. Dilengkapi dengan dukungan konektivitas jaringan 4G LTE Category 4, smartphone ini mendukung kecepatan download hingga 150Mbps.

Untuk menopang berbagai fungsi multimedia dan penggunaan secara multitasking smartphone ini diberikan RAM LPDDR3 berkapasitas 3GB. Dengan demikian, aplikasi-aplikasi hiburan dan game dapat dijalankan dengan mulus tanpa pengguna perlu mematikan aplikasi atau fungsi lain yang sedang berjalan di background.

Dari sisi layar, Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL dipasangi layar IPS 6 inci resolusi Full HD 1920 x 1080 yang menawarkan sudut pandang luas, hingga 178 derajat. Ketajaman gambar yang hingga 367 pixel per inch didukung oleh NTSC gamut yang mencapai 72% membuat semakin banyak warna yang dapat dihasilkan dengan akurat.

Tak hanya layar, penikmat konten multimedia juga akan dimanjakan dengan speaker berteknologi SonicMaster yang disediakan. Tak hanya satu, smartphone berbasis Android 5.0 Lollipop ini menyediakan dual-speaker dual audio chamber yang 50 persen lebih besar dibanding sebelumnya. Dengan konstruksi 5 magnet dan metal voice coil, ZE601KL menawarkan audio yang dahsyat pada berbagai skenario, hingga 97.4dB.

Dari sisi penggunaan energi, prosesor yang dibuat dalam proses manufaktur 28 nanometer pada smartphone ini menawarkan performa memukau sekaligus efisiensi energi yang baik. Pengguna bisa mengambil foto pada kecepatan tinggi, merekam dan mengedit video resolusi Full HD dengan penggunaan baterai yang minimal. Baterai Lithium-Polymer 3.000 mAh yang disediakan cukup untuk memasok kebutuhan multimedia penggunanya.

Dari sisi kamera, ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL menggunakan kamera utama dengan resolusi 13MP yang mampu mengambil foto dengan resolusi 4128 x 3096 pixel dengan fitur Laser Auto Focus yang membuatnya mampu mendapatkan fokus yang sangat cepat terhadap obyek yang akan difoto, termasuk face detection.

Meskipun dengan fitur yang sangat bagus tersebut, ternyata ASUS tidak memberikan harga yang mahal untuk Zenfone Laser 6.0. Dengan RAM 3GB, ROM 32GB yang bisa diekspansi hingga 128GB dengan ASUS memberikan harga 3,599 juta rupiah. 

Berikut ini spesifikasi lengkap ASUS Zenfone Laser 6.0

 
Model
ASUS Zenfone 2 Laser 6.0 ZE601KL
CPU
Qualcomm Snapdragon 616 octa core 64-bit up to 1,7GHz
GPU
Qualcomm Adreno 405 GPU550 MHz
RAM
3GB RAM
Storage
32GB + 5GB ASUS Webstorage gratis 
Micro SD
Yes (up to 128 GB)
Connectivity
WLAN 802.11 b/g/n, BT 4.0 with A2DP, Wifi Direct, Super Fast Wi-FI Hotspot Capability (Tethering), MicroUSB (USB OTG), 35 mm earjack
Network
Dual Antenna untuk sinyal lebih baik
SIM Card
Dual Micro-SIM Support
Navigation
GPS, BDS, GLONASS
Display
6 inci super bright IPS HD 1920x1080 with 178’ wide view angle, 376 ppi, ASUS TruVivid Full Screen Lamination Technology
Video
Video Recording MPEG-4 1080 @30fps
Battery
Lithium-Polimer 3000 mAh 
Main Camera
13 Megapixel laser autofocus dengan waktu fokus kurang dari 0.2 detik. Diafragma besar f/2.0 5 element Largan Lens, dual tone flash, PixelMaster Camera untuk foto dan video lebih terang hingga 400%
Front Camera
5 Megapixel Autofokus dengan diafragma besar f/2.0, selfie panorama up to 140’ 
Sensor
Accelerometer/Ambient Light/Proximity/E-Compass/Hall Sensor
Audio
Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMaster untuk suara lebih jernih dan bass lebih dalam dengan dua buah 5 magnet sound chamber
OS
Android 5.0 Lollipop dengan ASUS ZenUI 2.0 dengan lebih dari 1000+ peningkatan fitur, upgradable to Android 6 Marshmallow
Apps
Google App, ASUS Sync, Mycloud, File Manager, Mylibrary, Supernote
Dimension
164,55 x 84 x 3,5~10,55mm
Weight
190g
Warna
Glamour Red, Hairline Gold, Hairline Silver
Price
Rp3.599.000


Related Posts:

BlackBerry Priv Gagal, BlackBerry Bangkrut?

BlackBerry Priv
Judgement Day itu akhirnya datang juga. Setelah berada di pasar sekitar 4 bulan, BlackBerry Priv dinilai telah gagal menolong BlackBerry dari keterpurukan. Mengenaskan. Smartphone yang digadang-gadang sebagai upaya terakhir BlackBerry untuk tetap bisa relevan di pasar smartphone ternyata tak mampu menolong BlackBerry.

Hal ini diketahui dari jumlah penjualan smartphone yang dilakukan BlackBerry. BlackBerry dalam laporannya untuk kuartal keempat mengatakan hanya menjual sebanyak 600.000 smartphone. Jumlah ini meskipun tidak di-break down untuk menunjukkan seberapa banyak BlackBerry Priv ikut berkontribusi tetap menunjukkan penurunan dibandingkan jumlah penjualan di kuartal sebelumnya yang 700.000. Bahkan jauh di bawah perkiraan Wall Street yang mematok sekitar 850.000.

Mengenai perkiraan BlackBerry Priv ini sebelumnya saya telah menulis artikel di sini. Dalam artikel tersebut saya beralasan BlackBerry Priv yang berbasis Android too little too late. Saya khawatir, upaya terakhir BlackBerry tersebut berujung kegagalan. Dan kini saya rasa perkiraan tersebut menemui kenyataan.

Namun tentu perlu kita bersabar sebelum memvonis BlackBerry Priv sebagai gagal total. Setidaknya ada sedikit harapan di BlackBerry Priv yang akan mampu mengangkat kembali BlackBerry di pasar smartphone. Sayang sekali, BlackBerry tidak bisa mengoptimalkan hal tersebut.

Kegagalan BlackBerry Priv bisa kita lihat dari berbagai sisi. Sebuah artikel di Cult of Android menyatakan bahwa BlackBerry Priv bukan hanya kurang bagus dari sisi software, tetapi juga hardware. Bahkan ada beberapa pengguna yang melakukan penggantian handset sebanyak tiga kali.

Selain itu, dengan merilis BlackBerry Priv, BlackBerry tidak hanya head to head dengan iPhone di kelas atas, tetapi juga dengan vendor Android yang lebih dulu ada di pasar seperti LG, Sony, Samsung dan puluhan vendor China yang kini tumbuh seperti jamur di musim hujan. Hal ini membuat pemasaran BlackBerry menjadi tidak mudah. Lawan terlalu banyak, sering dengan fitur yang lebih baik dan harga lebih murah.

Harga lebih murah ini menjadi kendala tersendiri bagi BlackBerry sekaligus kelemahan mereka yang paling nyata. Dipasarkan dengan harga sekitar 700 dollar AS tanpa kontrak membuat BlackBerry Priv jauh dari lirikan banyak pembeli potensial. Harga 700 USD bukanlah harga bagus untuk sebuah merek yang berada di ambang kebangkrutan. Saya menilai, BlackBerry terlalu percaya diri dengan BlackBerry Priv sehingga tidak melihat pasar dengan lebih jeli. Saya membayangkan sewaktu pertama kali dirilis, BlackBerry memberikan harga sekitar 350 USD untuk Priv, nyatanya dua kali lipat dari perkiraan tersebut.

Selanjutnya, BlackBerry Priv dirilis di pasar yang terbatas. Pasar yang sedikit tentu saja penjualannya sedikit, plus persaingan yang sengit di pasar yang sedikit tersebut, misalnya AS tak akan memberi ruang untuk BlackBerry. 

Jika melihat rencana BlackBerry yang akan merilis satu atau dua lagi BlackBerry berbasis Android di tahun 2016 ini, sudah seharusnya BlackBerry mengambil pelajaran dari Priv. Namun demikian, saya condong untuk mendorong BlackBerry pindah haluan ke sofware dan provider. Sudah saatnya divisi hardware BlackBerry ditutup karena terus-menerus menunjukkan pelemahan bahkan setelah produk baru yang berbasis Android diperkenalkan.

Namun jika BlackBerry masih ingin mencoba memasuki pasar smartphone dengan smartphone baru di tahun 2016 ini, syarat murah, hardware dan software bagus serta pasar yang lebih banyak merupakan hal yang harus dipenuhi. Akan tetapi, saya ragu BlackBerry bisa memenuhi syarat tersebut. Mereka sudah jauh dari mampu untuk merilis smartphone bagus karena berbagai kendala, misalnya kendala sumber daya manusia dan sumber daya modal. BlackBerry sudah harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa mereka dalam waktu dekat bangkrut.

Related Posts:

ASUS Zenfone 3 Muncul di Situs Red Dot

Rumor tentang ASUS Zenfone 3 sudah beredar sejak lama. Beberapa waktu yang lalu sempat muncul di situs geek bench, namun tidak lama kemudian rumor tersebut kembali hilang. Kali ini rumor yang lebih heboh muncul di situs Red Dot 21 yang memunculkan rendering image dari Zenfone 3 dan Zenfone 3 Deluxe.

Dari situs tersebut dapat diketahui seberapa bagus ASUS Zenfone 3 dan Zenfone 3 Deluxe nantinya. Untuk ASUS Zenfone 3, ASUS memberikan lapisan kaca 2,5 D di bagian depan dan belakang serta curved metal frame. 

Zenfone 3

Zenfone 3 Deluxe

Menurut Red Dot Zenfone 3 nantinya akan diperkuat dengan berbagai fitur umum yang sudah ada di smartphone kelas atas lainnya seperti USB Type C, front flash untuk selfie, laser focus, finger print plus optional smart flip cover.

Dari rendering image yang ditampilkan oleh Red Dot ada beberapa hal (jika rumor ini benar) yang merupakan jawaban ASUS terhadap persaingan di pasar smartphone yang semakin sengit.

Pertama adalah curved metal frame. ASUS tidak mau ketinggalan dibandingkan vendor lain yang ramai-ramai merilis smartphone dengan bahan metal. Namun pendekatan ASUS sepertinya tidak fully metal dengan memberikan lapisan kaca 2,5D di bagian depan dan belakang ASUS Zenfone 3. Curved metal frame dan lapisan kaca 2,5D ini akan memberikan kesan premium di Zenfone 3.

Kedua tersedianya USB Type C yang kini semakin mainstream. Ponsel kelas atas selalu memberikan USB Type C sebagai salah satu fitur andalan. Dengan juga memberikan USB Type C berarti Zenfone 3 ini akan mengimbangi dari segitu fitur yang disediakan.

Ketiga adalah desain yang menurut saya sama sekali baru. Bila kita lihat desain Zenfone 2 dengan berbagai variannya, penempatan tombol volume yang berada di bawah kamera merupakan sesuatu yang umum. Di Zenfone 3 nantinya tombol volume ini kemungkinan besar akan ada di sisi kanan atau kiri smartphone. Selain itu, tampaknya di Zenfone 3 kesan Zen akan makin mengemuka dengan desain bagian belakang smartphone yang baru yang merupakan desain yang sama yang saya lihat di ZenBook.

Keempat adalah peningkatan fitur kamera terutama untuk selfie dengan menambahkan flash untuk kamera depan.

Sementara untuk Zenfone 3 Deluxe, ASUS memberikan material fully metal. Sebagaimana diketahui, Zenfone Deluxe merupakan lini Zenfone kelas atas yang biasanya harganya lebih mahal dari Zenfone standar sehingga tidak heran untuk Zenfone 3 Deluxe ASUS tidak hanya memberikan frame metal, tetapi bagian belakannya fully metal sehingga kesan premiumnya makin terasa.

Namun, kapan Zenfoen 3 ini akan dirilis sampai sekarang belum ada berita yang cukup bisa dipercaya kebenarannya. Bila kita lihat jadwal pameran IT atau gadget terdekat, mungkin ajang Computex merupakan ajang yang bisa digunakan ASUS untuk merilis Zenfone 3. Semoga saja nanti di ajang Computex Zenfone 3 bisa dirilis.

Related Posts: